Neo
Image Hosted by agung

Sweet Potato and Yam Differences

Learn the difference between a sweet potato and a true yam

Yam or sweet potato, what in the world is it? Many people use these terms interchangeably both in conversation and in cooking, but they are really two different vegetables

Sweet Potatoes
Popular in the American South, these yellow or orange tubers are elongated with ends that taper to a point and are of two dominant types. The paler-skinned sweet potato has a thin, light yellow skin with pale yellow flesh which is not sweet and has a dry, crumbly texture similar to a white baking potato. The darker-skinned variety (which is most often called "yam" in error) has a thicker, dark orange to reddish skin with a vivid orange, sweet flesh and a moist texture.

Current popular sweet potato varieties include Goldrush, Georgia Red, Centennial, Puerto Rico, New Jersey, and Velvet.

Yams
The true yam is the tuber of a tropical vine (Dioscorea batatas) and is not even distantly related to the sweet potato.

Slowly becoming more common in US markets, the yam is a popular vegetable in Latin American and Caribbean markets, with over 150 varieties available worldwide.

Generally sweeter than than the sweet potato, this tuber can grow over seven feet in length.

The word yam comes from African words njam, nyami, or djambi, meaning "to eat," and was first recorded in America in 1676.

The yam tuber has a brown or black skin which resembles the bark of a tree and off-white, purple or red flesh, depending on the variety. They are at home growing in tropical climates, primarily in South America, Africa, and the Caribbean.

Yams contain more natural sugar than sweet potatoes and have a higher moisture content. They are also marketed by their Spanish names, boniato and ñame.
http://homecooking.about.com

Read More......

TAPAI UBI KAYU

PENDAHULUAN

Tapai adalah hasil fermentasi umbi-umbian atau ketan. Pada umumnya tapai dibuat dari ubi kayu dan ketan hitam. Pada saat fermentasi, kapan merombak pati menjadi gula sehingga memberi rasa manis. Selanjutnya khamir merombak sebagian gula menjadi alkohol, dan bakteri merombak sebagian alcohol menjadi asam. Tapai mempunyaii rasa manis, sedikit asam dan beraroma alkohol.
Tapai ubi kayu dibuat dengan cara sederhana. Umbi terkupas dikukus atau direbus, kemudian ditaburi ragi, selanjutnya diperam selama 2 hari sampai menjadi tapai.

BAHAN
  • Ubi kayu.
  • Ragi tapai.
PERALATAN
  • Pisau.
  • Kukusan atau panci.
  • Bakul bambu.
  • Daun Pisang.

CARA PEMBUATAN
  • Umbi dikupas, kemudian dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
  • Potongan umbi kayu dikukus selama 30 menit atau direbus di dalam air mendidih selama 15 menit. Setelah dikukus, umbi tidak perlu ditiriskan. Sebaliknya setelah direbus, umbi mesti ditiriskan.
  • Sementara itu, ragi dihaluskan sedangkan bakul bambu dicuci bersih kemudian dijemur sampai kering. Daun pisang dilap dengan kain bersih dan dilewatkan di atas api agar agak layu. Setelah itu bagian dalam bakul dilapisi dengan daun pisang tersebut.
  • Umbi masak yang suam-suam kuku disusun selapis di dalam bakul, kemudian ditaburi ragi tipis-tipis. Setelah itu dibuat lagi selapis umbi di atas lapisan sebelumnya, dankembali ditaburi ragi. Demikian dilakukan sampai bakul hampir penuh.
  • Umbi dalam bakul ditutup dengan daun pisang tiga lapis.
  • Bakul diletakkan ditempat bersih yang tidak panas dan bebas semut selama 2 sampai 3 hari sampai umbi menjadi tapai.
  • Tapai dapat dikemas di dalam kantong plastik, kemudian disimpan pada suhu dingin (0 - 5°C). Pada suhu kamar (15 - 30°C) tapai cepat menjadi masam.
http://warintek.ristek.go.id

Read More......

Sirup Ubi Ungu Bali Kian Diminati

Denpasar (ANTARA News) - Sirup berbahan ubi jalar berwarna ungu yang dikenal memiliki rasa manis yang dikerjakan kalangan perempuan di Bali kini kian diminati masyarakat di luar Pulau Dewata itu.

"Minuman sejenis anggur (wine) dan sirup dari bahan ubi ungu ini banyak dipesan pedagang yang memasarkannya ke berbagai kota dan daerah. Rasanya yang khas banyak diminati masyarakat Bali," kata Yuneta Naolin, Ketua Kelompok Usaha Yunita Sari dari Jalan Puputan, Kelurahan Semarapura Klod, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, Minggu.
Disela-sela Festival Agrobisnis 2007 di Lapangan Parkir Timur Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, ia mengemukakan bagwa minuman yang sering disebut "anggur ubi" atau sirup ubi ungu itu termasuk sebagian produk yang selama ini dikerjakan oleh kelompok yang beranggotakan 10 orang perempuan Bali.

Usaha yang mendapat pembinaan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Klungkung itu, kini telah mulai banyak dikenal, namun diantaranya menggunakan merek yang dipasang sendiri oleh pedagang pembeli, dan dipasarkan ke berbagai kota dan daerah di Bali.

Sirup dan "anggur ubi" itu, katanya, dijual hanya seharga Rp10 ribu per botol kecil, karena harga bahan bakunya tergolong murah, walaupun proses pembuatannya cukup memakan tenaga.

Kelompok usaha wanita dari Klungkung yang turut dalam kegiatan tersebut, yakni KWT Sri Naga dan KWT Sari Kelapa, disertai petugas dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Klungkung.

Mereka juga memproduksi minyak kelapa sistem vermentasi yang disebut "Virgin Coconut Oil" (VCO) yang dijual Rp20.000 per botol. VCO memiliki banyak khasiat untuk penyembuhan berbagai penyakit.

Mereka juga membuat jus mengkudu dan jus kacang kedelai, yang dijual Rp1.500 per gelas seukuran minuman mineral, kemudian mie berbahan ubi jalar dan aneka produk kripik dari ubi kayu, nangka, sawo, gula semut, gula merah, hingga aneka kue kering dan kue basah non-beras. (*)Copyright © 2007 ANTARA

Read More......