Neo

Gaplek (Cassava dried)

Gaplek adalah bahan makanan yang diolah dari umbi ketela pohon atau singkong. Prosesnya sangat mudah, umbi singkong yang telah dipanen kemudian dikupas dan dikeringkan. Gaplek yang telah kering kemudian bisa ditumbuk sebagai tepung tapioka yang bisa dibuat bermacam-macam kue. Tepung tapioka dari gaplek selanjutnya bisa dibuat menjadi nasi tiwul yang gurih. Nasi tiwul sangat populer di masyarakat yang hidup di Pegunungan Kidul yang memanjang dari Gunung Kidul di Yogyakarta sampai kawasan kabupaten Pacitan.

Ubi kayu yang dibuat gaplek dan merupakan bahan baku utama tepung tapioka ini kian hari kian tidak diminati petani untuk ditanam karena kecenderungan harga gaplek yang terus turun.

Peminat gaplek adalah negara-negara Eropa dan Asia. Namun, harga yang semakin turun dan ekspor yang kian berkurang karena sedikitnya permintaan membuat tanaman singkong tidak lagi diminati

Pamor ubi kayu pun kini tenggelam beriringan dengan turunnya minat negara pengimpor. Eropa dan Amerika Serikat yang dulu membutuhkan gaplek untuk pakan ternak kini lebih memilih biji-bijian untuk dikonsumsi ternak mereka, dengan alasan kandungan gizinya lebih tinggi.

Mengandalkan serapan gaplek ke industri tepung tapioka pun kurang berhasil karena posisi tawar petani ubi kayu sangat lemah terhadap industri-industri yang dimiliki swasta itu. Harga ubi kayu kering yang dijual petani ditentukan pihak perusahaan. Gaplek adalah jenis komoditas yang tidak dapat bertahan lama. Apalagi jika dalam proses pengeringannya tidak sempurna alias kandungan air masih tinggi. Akhirnya, petani terpaksa menjual dengan harga sesuai tawaran perusahaan daripada menanggung risiko busuk.

Lain lagi kalau ceritanya di Kabupaten Kapuas
ndustri pengolahan Tepung Gaplek di Maliku untuk bahan pembuatan Lem pada pabrik Kayu Lapis mempunyai prospek yang cukup untuk dikembangkan sebagai agroindustri skala kecil dan menengah karena hal-hal berikut :

Tepung Gaplek merupakan komponen terbesar (95 %) dalam pembuatan Lem Kayu Lapis dengan biaya produksi rendah, sehingga mempunyai keunggulan komperatif yang cukup tinggi.
eknologi pengolahan Tepung Gaplek sangat sederhana dan tidak memerlukan persyaratan yang rumit bagi Gaplek yang menjadi bahan bakunya kecuali kekeringan yang cukup, sehingga Ubikayu/Gaplek mempunyai keunggulan komperatif yang cukup menjamin.
Dalam satu atau dua dekade mendatang pabrik pembuat Kayu Lapis diperkiranya masih akan berkembang sesuai dengan ketersediaan bahan baku (Kayu) dan pembangunan sarana dan prasarana bangunan pada umumnya sehingga kebutuhan Lem Kayu tetap akan ada.
Peluang untuk meningkatkan produksi Ubikayu pada beberapa sentra Ubikayu di Kabupaten Kapuas masih cukup besar karena kapasitas produksi pabrik Tepung Gaplek yang telah ada (± 300 ton/bulan) masih jauh di bawah keperluan pabrik Kayu Lapis terhadap Tepung Gaplek untuk Lem Kayu Lapis (± 1.500 ton/bulan)
Peluang untuk meningkatkan produksi juga masih cukup besar, karena disekitar industri pengolahan tepung Gaplek masih tersedia tanah kosong dan lahan tidur yang dapat dimanfaatkan untuk pertanaman Ubikayu sementara teknologi budidaya Ubikayu sudah akrab dengan kebanyakan petani.

1 Comment:

  intan

9:38 PM

Hi,
Nama saya intan.
bisakah saya mendapatkan info lanjut seputar salah satu contact person pabrik pembuatan lem kayu lapis di daerah Kabupaten Kapuas??

saya mempunyai stock tepung gaplek yang selalu siap untuk di olah..

thanks-
INTAN-ponorogo-
c_ink@yahoo.com