Neo

Tiwul dan Gatot

Hampir Setiap pagi lewat didepan rumahku seorang laki2 sudah agak tua besepeda ontel dengan suara mantap sambil menawarkan daganggannya tiiiiwul gatot.....dijual bungkusan daun pisang sama kertas koran harganya seribu rupiah, ini adalah 2 makannan yang berbeda atau sekarang menjadi jajanan, rasanya berbeda hanya saja asalnya tetap satu siapa lagi kalau bukan Cassava sepertinya makanan ini perlu dilestarikan.

Tiwul,
sering diasumsikan dengan makanan kampung, ndeso, katrok gak ningrat dan makanan rakyat susah karena dulunya beras mahal hanya orang kaya dan petani yang bisa makan nasi. Tiwul adalah hasil olahan dari tepung ubi kayu(cassava) melalui proses tradisional, yaitu tepung cassava ditambahkan air hingga basah dan dibentuk butiran-butiran yang seragam dengan ukuran sebesar biji kacang hijau dan dikukus selama 20-30 menit. Dulu tiwul atau nasi tiwul dulu dikonsumsi sebagai makanan pokok seperti nasi beras padi atau dicampur dengan parutan kelapa sebagai jajanan. sekarang jarang bisa ditemui penjual tiwul ini cuman tempat2 tertentu atau daerah tertentu saja. Selain itu, tiwul dapat pula dikeringkan menjadi tiwul instan tradisional yang tahan disimpan lebih dari satu tahun cuman masalahnya orang sekarang jarang orang kota mengenal tiwul apalagi anak2 tak akan mengenal tiwul walaupun tiwul instan karena lebih mengenal bubur instan yang banayak mengandung MSG.
Bagi yang masih pengen dan melampiaskan kerinduan akan Tiwul, pergi saja ke Pandansari Desa Wonosari Wonosari Gunungkidul disitu ada tiwul buatan Tumiah atau mau yang instan juga ada tiwul instan produksi Pabrik Gunung Kidul

Bukan singkatan dari gagal total
Bukan nama orang atau nama orang yang dipakai untuk nama jalan...
Pas di tempat aku kerja ada beberapa puja sera salah satunya ada yang menjual jajanan pasar yang satu ini menarik pasti aku ingat nama temanku......
Gatot Supriyanto adalah nama temanku sedang makanan ini namanya Gatot
Semisal temanku makan...makanan ini seperti jeruk minum jeruk karena Gatot makan Gatot hehehehe...

Gatot,
Gaplek berkualitas rendah yang tidak ditepung maksutnya cassava yang berkualitas rendah di iris2 kemudian dijemur sampai kering kemudian disimpan sampai timbul Noda hitam pada gaplek umumnya karena jamur E coli setelah itu dicuci lalu dikukus seperti menanak nasi, biasanya dijadikan jajanan yang disebut gatot yang dicampur dengan parutan kelapa, untuk mencari jajanan ini juga tidak gampang seperti halnya tiwul

Ini link kalau masih ada lho...untuk menambah pengetahuan anda tentang cerita tiwul ataupun gatot ini :
Tiwul...tiwul
Stop Mengolok-olok Tiwul…
Mbok Sutirah
Mbok Mariyem Melestarikan Makanan Khas Pedesaan

2 Comment:

  Nina Somera

4:56 PM

23 February 2008

Warmest greetings from Isis International.

I write to express my organisation's interest on one of the photos on your site for our magazine, Women in Action (WIA). This WIA issue deals with women and food security in the global South.

The photo features a tiwul and appears on this URL: http://neocassava.blogspot.com/2007/06/tiwul-dan-gatot.html We intend use this photo for the article of the Aliansi Petani Indonesia which mentions how some farmers are subsitituting their intake of rice with cassava, yams and other tubers.

We understand that any materials on your webpages may only be reproduced for personal use. However, as a non-profit organisation and as the magazine is downloadable from the website, we would like to request some consideration.

Isis would certainly cite you as the source of the photo. We would also welcome your suggestions on how you would like to be cited. We would also provide you complimentary copies of the magazine. Should you have any queries, you may contact me at nina[AT]isiswomen[DOT]org.

Isis International is a Southern feminist NGO in consultative status with the Economic and Social Council of the United Nations. It is based in the Philippines with the following contact details: 3 Marunong Street, Central District, Quezon City; tel no. (632) 928-1956; and fax. no. (632) 924-1065. You may also visit our website: _www.isisinternational.org

We look forward to your positive response.


Respectfully yours,


Nina Somera
Isis International

  nadyai

5:32 PM

yang perlu ditingkatkan adalah promosi, agar makanan ini menjadi daya tarik wisatawan yangingin ke indonesia. selain itu, tiwul dan gatot juga bisa digunakan sebagai pangan fungsional sebagai pengganti nasi.
terima kasih.
artikel yang sangat bermanfaat.

http://nadyai09.student.ipb.ac.id